Minggu, 15 Maret 2009

Tumbuhan Paku

B. Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku (Pteridophyta) adalah divisi dari kingdom Plantae yang anggotanya mempunyai kormus, artinya tubuhnya dengan nyata dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya yaitu akar, batang,dan daun. Namun pada tumbuhan paku belum dihasilkan biji. Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofita berspora karena berkaitan dengan adanya akar, batang, daun sejati, serta bereproduksi aseksual dengan spora. Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) karena memiliki pembuluh pengangkut yaitu xilem dan floem. Xilem adalah pembuluh pengangkut senyawa anorganik berupa air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Floem adalah pembuluh pengangkut nutrien organik hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.


1. Ciri dan Struktur Tumbuhan Paku

Ciri tumbuhan paku meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh

(a) Struktur tubuh

1) Akar
Bersifat seperti akar serabut, ujungnya dilindungi kaliptra yang terdiri atas sel – sel yang dapat dibedakan dengan sel – sel akarnya sendiri.


2) Batang

Pada sebagian jenis tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat didalam tanah berupa rimbang , mungkin menjalar atau sedikit tegak. Jika muncul diatas permukaan tanah, batangnya sangat pendek sekitar 0,5 m. akan tetapi ada batang bebrapa jenis tumbuhan paku seperti paku pohon /paku tiang yang oanjangnya mencapai 5 m dan kadang – kadang bercabang misalnya: Alsophilla glauca dan cyathea.


3) Daun
Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda . Berdasarkan bentuk ukuran dan susunanya, daun paku dibedakan antara epidermis, daging daun, dan tulang daun.
a) Mikrofil
Daun ini berbentuk kecil – kecil seperti rambut atau sisik, tidak bertangkai dan tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel, dan tidak dapat dibedakan antara epidermis, daging daun dan tulang daun.


b) Makrofil
Merupakan daun yang bentuknya besar, bertangkai dan bertulang daun, serta bercabang – cabang. Sel – sel penyusunnya telah memperlihatkan diferensiasi, yaitu dapat dibedakan antara jaringan tiang, jaringan bunga karang, tulang daun, serta stomata (mulut daun).
Ditinjau dari fungsinya , daun tumbuhan paku dibedakan atas:
1. Tropofil
Merupakan daun yang khusus untuk melakukan asimilasi atau fotosintesis.
2. Sporofil
Daun ini berfungsi untuk menghasilkan spora. Tetapi daun ini juga dapat melakukan fotosintesis, sehingga disebut pula sebagai troposporofil.

Spora , Sporangium dan Sorus

Spora adalah struktur pembiakan halus yang dihasilkan oleh paku – pakis. Terdapat berbagai bentuk spora , antaranya bulat , pipih ( monolete ) , segitiga ( trilete ) dan sebagainya . Untuk melihat struktur spora tersebut , mikroskop elektron pengamatan ( Scanning Electron Microscope ) digunakan .

Sporangium adalah kotak spora . Dinding sporangium terdiri dari satu atau beberapa lapisan sel penutup berdinding tebal dan menyerupai cincin yang disebut anulus. Pada bagian ujung lingkaran terdapat satu kumpulan sel yang pipih yang dikenali sebagai stomium . Apabila sporangium masak sel stomium akan pecah dan membebaskan spora yang terdapat didalamnya .

Sorus adalah suatu badan yang terdiri atas beberapa kelompok sporangium atau kotak spora, dan berbentuk bulat atau pipih. Sorus yang masih muda biasanya ditutupi oleh selaput pelindung yang disebut indusium.

Indusium adalah suatu lapisan pelindung untuk melindungi sporangium terutama yang masih muda . Ada sorus yang tidak dilindungi oleh indusium yang dikenali sebagai sorus yang telanjang . Sementara yang dilengkapi dengan indusium terdapat dua jenis . Jenis yang pertama dinamakan indusium sejati yang mana lapisan tisunya berupa penutup melengkok terdiri dari dua ruangan dengan bagian tengah berhubungan dan mengikatkannya kepada permukaan daun . Manakala lapisan pelindung yang hanya berupa pelebaran dari bagian tepi daun yang bengkok dinamakan indusium palsu .

2. Daur Hidup Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku mengalami metagenesis atau pergiliran keturunan antara generasi sporofit dan generasi gametofit.

Generasi Saprofit merupakan tumbuhan paku itu sendiri yang dapat menghasilkan spora. Spora dihasilkan oleh struktur daun khusus yang disebut sporofil. Spora tersebut mudah menyebar diterbang angin, dan spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi tumbuhan baru yaitu berupa protalium.

Generasi Gametofit merupakan tumbuhan penghasil gamet. Generasi gametofit ditandai dengan adanya protalium yaitu tumbuhan paku baru yang berbentuk seperti jantung, berwarna hijau, dan melekat pada substrat dengan rizoidnya. Generasi gametofit tidak berlangsung lama karena biasanya protaliumnya berukuran kecil dan tidak berumur panjang. Di dalam protalium terdapat suatu gametangium sehingga dapat membentuk anteridium yaitu alat kelamin jantan yang akan menghasilkan sperma, dan arkegonium yaitu alat kelamin betina yang akan menghasilkan sel telur. Jika terjadi pertemuan antara sperma dengan sel telur maka akan terbentuk zigot dan akan tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.

Ditinjau dari macam spora yang dihasilkan , tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi tiga golongan seperti berikut ini.
a) Paku Homospora (isospora)
Menghasilkan satu jenis spora yang berukuran sama , misalnya Lycopodium (paku kawat).
b) Paku Heterospora (anisospora)
Menghasilkan dua jenis spora yang berlainan dan berbeda ukurannya; yaitu spora kecil (mikrospora) merupakan spora berkelamin jantan dan spora besar (makrospora) merupakan spora berkelamin betina, misalnya : Marsilea crenata(semanggi), Selaginella (paku rane).
c) Paku Peralihan antara homospora dan heterospora

Paku ini merupakan peralihan antara homospora dengan heterospora, yaitu paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya, satu berjenis kelamin jantan dan lainnya berjenis kelamin betina, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda).

3. Klasifikasi Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku dibedakan menjadi empat kelompok yaitu Psilotophyta, Lycopodophyta, Equisetophyta, Pteridophyta.

a. Psilotophyta mempunyai dua genera. Psilotum sp tersebar luas di daerah tropik dan subtropik, mempunyai ranting dikotom, tidak memiliki akar dan daun, pengganti akar berupa rizoma diselubungi rambut-rambut yang dikenal rizoid. Contohnya: Psilotum.

b. Lycopodophyta memiliki daun berupa mikrofil yang tersusun secara spiral. Lycopodophyta memiliki sporangium yang muncul dari ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus (bentuk seperti pentungan kayu). Kebanyakan hidup menempel pada tumbuhan lain sebagai epifit. Contohnya Lycopodium sp dan Selaginella sp.


c. Equisetophyta sering disebut paku ekor kuda, bersifat homospora, mempunyai akar; batang; daun sejati, batangnya keras karena dinding sel mengandung silika. Mereka biasa tumbuh di tempat yang lembap. Daun berukuran menengah, bersisik, dan tersusun melingkar pada setiap buku. Rizom dapat menghasilkan batang yang menjulang ke atas hingga 1,3 meter, dan pada ujung batang terdapat strobilus berwarna kekuning-kuningan. Contohnya Equisetum debile (paku ekor kuda).

d. Pteridophyta (paku sejati) umumnya tumbuh di darat pada daerah tropis dan subtropis. Mereka memiliki makrofil dengan tulang-tulang daun dan daging daun (mesofil). Tinggi tumbuhan ini bervariasi mulai dari terpendek hingga yang tinggi menjulang seperti pohon. Contohnya: Adiantum cuneatum (paku suplir untuk hiasan), Marsilea crenata (semanggi untuk sayuran), Asplenium nidus (paku sarang burung), Pletycerium bifurcatum (paku tanduk rusa), Alsophilla glauce (paku tiang).


4. Manfaat Tumbuhan Paku

a. Sebagai tanaman hiasan :
- Platycerium nidus (paku tanduk rusa)
- Asplenium nidus (paku sarang burung)
- Adiantum cuneatum (suplir)
- Selaginella wildenowii (paku rane)

b. Sebagai bahan penghasil obat-obatan :
- Asipidium filix-mas

- Dryopteris filix-mas

- Lycopodium clavatum

c. Sebagai tanaman sayuran :

- Marsilea crenata (semanggi)

- Salvinia natans (paku sampan = kiambang)

d. Sebagai pupuk hijau dalam pertanian :
- Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru)

e. Sebagai pelindung tanaman di persemaian :
- Gleichenia linearis

f. Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara :

- Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba.

4 komentar:

  1. Hello,......
    salam kenal.
    Saya Copy materinya ya,!!
    kunjungi http://www.try4know.co.cc

    BalasHapus
  2. sayang gak ada gambarnya
    www.biologiagdat.blogspot.com

    BalasHapus
  3. hy?
    salam kenal,.,saya baca artikelnya ya!! tambahan ilmu saya.,

    BalasHapus